Jumat, 02 April 2010

1. Pengobatan narkoba

a. Pengobatan adiksi (detoks)

b. Pengobatan infeksi

c. Rehabilitasi

d. Pelatihan mandiri

e. Pertolongan pertama:

Penderita dimandikan dengan air hangat, minum air putih yang banyak, makan makanan yang bergizi dan alihkan perhatiannya dari segala macam hal tentang narkoba. Bila tidak berhasil segeralah bawa ke dokter.


2. Pencegahan narkoba

a. Membentengi diri dengan iman yang kuat

b. Memilih pergaulan yang sehat

c. Komunikasi yang baik antara teman maupun keluarga

d. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

Komunikasi yang efektif antar kita dan teman yang kecanduan tidak selalu berlangsung mudah. Setiap orang memilki gaya dan cara yang berbeda-beda dalam menanggapi pembicaraan. Di samping itu, waktu dan suasana juga berpengaruh dalam menyukseskan komunikasi yang akan dilangsungkan. Kita sebagai teman diharapkan secara khusus menyediakan waktu untuknya tanpa ada unsur ketergesa-gesaan. Di bawah ini ada beberapa tipos agar komunikasi yang akan dijalani dapat berlangsung dengan sukses :

1. Mendengarkan

a. berikan perhatian yang penuh pada dirinya

b. jangan memotong pembicaraan dirinya. Biarkanlah dia menyelesaikan pembicaraannya terlebih dahulu dan menanyakan tanggapan anda.


2. Memperhatikan

a. perhatikan ekspresi/ mimik wajah dan bahasa dia. Apakah dia gugup atau merasa tidak nyaman, seperti merengut, memainkan tangannya, menggoyangkan kaki, tidak berani menatap mata anda atau seringkali dia melihat jam dsb. Atau bahkan dia terlihat tenang dengan tersenyum atau menatap langsung mata anda. Bacalah dengan baik tanda-tanda ini untuk mengetahui perasaan dia yang sebenarnya.

b. jika dia menyampaikan hal-hal yang sesungguhnya tidak ingin anda dengar, janganlah diabaikan.

c. janganlah memberi nasihat setelah setiap kalimat yang dia nyatakan. Lebih baik, dengarkanlah terlebih dahulu dengan cermat dan hati-hati serta dengan penuh perhatian pada hal-hal yang dia katakan dan cobalah untuk mengerti perasaan yang sebenarnya di balik setiap kata-kata yang di ucapkannya.

1. Fisik

a. Berat badan menurun drastis

b. Mata terlihat cekung dan merah, muka terlihat pucat, dan bibir kehitam-hitaman.

c. Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.


2. Emosi

a. Sangat sensitif dan cepat bosan

b. Bila diatur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang.

c. Emosinya sering naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau orang yang berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya.


3. Perilaku

a. Menunjukan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga.

b. Waktunya dirumah kerapkali dihabiskan dikamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya.

c. Takut dengan air dan jika terkena akan terasa sakit karena itu mereka jadi malas untuk mandi.

d. Sering batuk-batuk dan flu berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)

a. Perasaan senang dan bahagia

b. Acuh tak acuh (apati)

c. Malas bergerak

d. Mudah mengantuk

e. Rasa mual

f. Bicara agak cadel

g. Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)

h. Gangguan perhatian/daya ingat


2. Amfetamin (shabu, ekstasi)

a. Kewaspadaan meningkat

b. Bergirah

c. Rasa senang dan selalu bahagia

d. Pupil mata melebar

e. Denyut nadi dan tekanan darah meningkat

f. Sulit tidur/insomnia

g. Hilangnya nafsu makan


3. Alkohol

a. Bicara menjadi cadel

b. Bila berjalan agak sempoyongan

c. Wajah terlihat agak kemerahan

d. Banyak bicara

e. Mudah marah

f. Gangguan pemusatan perhatian

g. Nafasnya berbau alkohol

;;

By :
Free Blog Templates